Informasi Kesehatan

8 Tanda dan Gejala Kekurangan Zat Besi atau Defisiensi Besi

Berbagai fungsi dalam tubuh membutuhkan peran zat besi. Sehingga keberadaan zat besi ini penting sekali. Umumnya zat besi ini akan membantu produksi hemoglobin, sebuah protein yang membantu sel darah merah mensuplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Gejala Kekurangan Zat Besi

Zat besi ini juga bertindak sebagai media transportasi untuk elektron melakukan pengisian ulang ke dalam sel dan ini diperlukan oleh banyak enzim untuk berfungsi dengan normal.

Mempertahankan tingkat zat dalam tubuh merupakan suatu keharusan, akan tetapi kekurangan zat sendiri adalah kondisi yang umum terjadi. Jika tubuh kita kehilangan kontrol terhadap zat besi ini, dalam kasus ini kehilangan zat besi, ini bisa menyebabkan anemia defisiensi besi.

Penyebab dari kekurangan zat besi

Beberapa penyebab umum kekurangan zat besi pada orang dewasa adalah kurangnya asupan zat besi dalam kanan sehari-hari, kehilangan banyak darah, peningkatan kebutuhan zat besi tubuh seperti ketika masa kehamilan, dan ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi dengan baik.

Wanita di usia suburnya memiliki risiko tinggi mengalami defisiensi besi, terutama akibat kehilangan darah selama menstruasi. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, sekitar 20 persen wanita di usia subur mengalami anemia defisiensi besi.

Menurut National Institutes of Health, asupan zat besi yang direkomendasikan untuk wanita yang berusia 19 sampai 50 tahun adalah 18 miligram per hari.

Selama kehamilan, wanita mesti mensuplai 27 mg zat besi per hari. Di samping itu, pada pria disarankan mesuplai zat besi sekitar 8 mg per harinya.

Kurangnya zat besi yang disuplai dapat memengaruhi tubuh. Penting sekali untuk menyadari tanda dan gejalnya, sehingga kita bisa melakukan tindakan secara korektif atau pencegahan.

Berikut tanda dan gejala kekurangan zat besi.

Kelelahan

Kondisi kelelahan umum terjadi pada mereka yang memiliki kadar zat besi rendah.

Zat besi berperan sekali dalam menjaga kadar optimal hemoglobin dalam tubuh, yang merupakan zat kimia pembawa oksigen dalam aliran darah. Kekurangan oksigen dalam tubuh bisa menyebabkan kelelahan, bahkan kelalahan secara terus-menerus.

Sebuah studi pada tahun 2000 yang diterbitkan dalam Quality of Life Research menunjukkan bahwa kekurangan zat besi berkaitan erat dengan penurunan kesehatan secara umum dan peningkatan kelelahan.

Jika sering mengalami kelelahan, lakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah tubuh sedang kekurangan zat besi. Diagnosis dan pengobatan yang tepat akan membantu mengurangi gejala dengan cepat.

Sesak Nafas

Karena kadar zat besi yang rendah, sehingga oksigen yang disuplai ke seluruh jaringan tubuh menipis. Ketika kadar oksigen tubuh rendah, ini akan menyebabkan sesak napas, tidak peduli seberapa dalam tubuh bernapas.

Sesak napas ini dapat terjadi bahkan ketika tubuh kita melakukan hal-hal yang biasanya dilakukan dengan baik, seperti menaiki tangga, berjalan-jalan sebentar atau bahkan membawa barang-barang ringan. Sesak napas bisa ringan, sedang atau berat, dan pernapasan sering kembali normal setelah istirahat.

Sesak napas juga bisa disebabkan oleh infeksi pernapasan, bronkitis kronis, penyakit jantung dan alergi, yang semuanya mungkin memerlukan perawatan medis.

Kulit Pucat

Tanda umum lain yang terkait dengan defisiensi besi adalah kulit pucat.

Karena kadar zat besi yang rendah, tubuh tidak bisa memproduksi hemoglobin yang cukup. Hemoglobin juga memberi warna merah pada darah, sehingga kondisi kulit bisa normal.

Ketika defisiensi besi memburuk, kulit akan mulai kehilangan warna normalnya dan menjadi pucat. Tanda ini cenderung lebih terlihat pada orang yang memiliki warna kulit lebih terang.

Terlepas dari warna kulit, tingkat zat besi yang rendah juga bisa membuat bagian dalam bibir, gusi dan bagian dalam kelopak mata bawah kurang berwarna merah dari biasanya.

Kuku Rapuh

Jika kuku Anda terlihat pucat, rapuh, ini bisa menjadi tanda dari defisiensi besi. Bersama dengan kuku yang rapuh, bentuk kudu yang cekung atau berbentuk sendok juga dapat menunjukkan tingkat zat besi yang rendah di dalam tubuh.

Tingkat zat besi yang rendah menghambat kemampuan tubuh untuk menghasilkan cukup hemoglobin, yang membantu membawa oksigen ke seluruh sistem tubuh, termasuk ke kuku. Kondisi kurangannya oksigen ini menghambat pertumbuhan kuku yang sehat.

Selain kekurangan nutrisi, terutama kekurangan zat besi, penuaan, penggunaan jangka panjang cat kuku dan sering terpapar air juga dapat menyebabkan kuku rapuh.

Kerontokan Rambut

Ada banyak kemungkinan penyebab kerontokan rambut dan kekurangan zat besi adalah salah satunya. Tingkat zat besi yang rendah membuat tubuh masuk ke mode, di mana tubuh akan menyalurkan sebagian besar oksigen untuk mendukung fungsi-fungsi vital. Sehingga akan mengabaikan fungsi lain yang dirasa kurang penting seperti pertumbuhan rambut.

Faktanya, wanita dengan kekurangan zat besi berisiko mengalami kerontokan rambut telogen, menurut penelitian tahun 2009 yang diterbitkan di Acta Dermatovenerologica Croatica.

Tubuh Sensitif Terhadap Dingin

Jika tubuh kita terasa dingin walau pun dalam kondisi cuaca hangat, hal ini mungkin saja tanda bahwa tingkat zat besi tubuh rendah.

Zat besi membantu sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh, yang mana ini juga bertindak sebagai pembawa panas dalam tubuh.

Tanpa adanya persedian zat besi yang cukup dalam tubuh, sel darah merah tidak dapat melakukan fungsi dengan baik. Hal ini bisa membuat peningkatan kepekaan terhadap suhu dingin.

Ditambah, mineral ini juga sangat penting untuk fungsi kelenjar tiroid, yang bisa membantu mengatur suhu tubuh. Ketika kelenjar tiroid tidak berfungsi dengan baik akibat kekurangan zat besi, ini bisa menyebabkan tubuh tidak bisa bertahan terhadap dingin, walaupun suhu dilingkungan dalam kondisi hangat.

Sering Sakit Kepala

Sakit kepala dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Kurangnya suplai zat besi ke dalam tubuh bisa membuat penurun suplai oksigen ke otak. Jadi, ini mengakibatkan pembengkakan di arteri otak, yang menyebabkan sakit kepala.

Sebuah studi tahun 2000 yang diterbitkan dalam Acta Clinica Croatica melaporkan bahwa anemia defisiensi besi lebih sering terjadi pada wanita dengan migrain menstrual murni (PMM) dan migrain yang berhubungan dengan menstruasi (MRM), yang mungkin merupakan mekanisme yang mendasari serangan migrain.

Tidak peduli apa penyebabnya, sering sakit kepala tidak boleh dianggap enteng dan Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter.

Depresi

Mempertahankan tingkat zat besi yang tepat dalam tubuh adalah hal penting untuk kesehatan mental dan emosional.

Tingkat zat besi normal sangat penting untuk kognitif, sensor motorik dan perkembangan sosial-emosional, karena mampu membantu membawa oksigen ke seluruh aliran darah.

Salah satu efek yang mungkin dari tingkat zat besi rendah adalah kurangnya asupan oksigen ke otak, yang dapat menyebabkan perkembangan masalah psikologis, termasuk depresi.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperjelas mekanisme dalam hubungan antara anemia defisiensi besi dan gangguan kejiwaan.

Sementara kekurangan zat besi mungkin bukan satu-satunya alasan di balik depresi, kondisi ini dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan depresi, seperti nafsu makan yang buruk, lekas marah, kelelahan dan perubahan suasana hati. Oleh karena itu, baiknya adalah berkonsultasi dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: