Informasi Kesehatan

10 Bahan Makanan Yang Mengandung Anti-Inflamasi Tinggi

Bahan Makanan Yang Mengandung Anti-Inflamasi Tinggi

Kurangi risiko peradangan kronis dengan memilih makanan anti-inflamasi untuk membantu mengurangi rasa sakit, dan mengembalikan serta meningkatkan kesehatan.

Kebanyakan orang akan mengonsumsi makanan dengan serampangan, tidak meninjau kandungan di dalamnya. Dan seringkali makanan yang pilih tersebut bisa membuat kondisi kesehatannya menurun, membuat lemas, lelah, dan bahkan sakit.

Bila tubuh terus menerus mengonsumsui makanan seperti di atas bisa-bisa penyakit menjadi kronis, dan akhirnya akibatkan panyakit radang kronis atau penyakit inflamasi (seperti seperti Arthritis, penyakit radang usus, penyakit usus, kronik, kolitis ulseratif, penyakit autoimun, asma, jerawat, vaskulitis, dll). Maka dari itu tubuh perlu asupan makanan yang mampu mengatasi peradangan.

Berikut  bahan makanan yang bisa mengatasi peradangan:

Kunyit

Bahan masakan ini terkenal akan kandungan anti-inflamasinya. Kurkumin adalah bahan aktif utama dalam kunyit, dan merupakan pemasok anti-inflamasi. Bahan ini kebanyakan dikenal akan efeknya dalam mengatasi radang sendi. Kurkumi bertindak dengan melawan radikal bebas dalam tubuh yang terlihat dalam peradangan.

Biji rami

Biji rami ini merupakan benih tanaman flax. Biji ini bisa dijadikan makanan, yang di dalamnya terkandung 20 asam amino, termasuk 8 asam amino esensial dan 2 asam amino semi-esensial. Dalam sebuah penelitian di Italia tahun 2008 ditemukan bahwa biji rami ini dapat mengurangi peradangan dan mengurangi gejala nyeri pada pasien peradangan otot atau sendi.

Buah Ceri

Menurut Oregon Health & Science University buah ceri mengandung anti-inflamasi tinggi. Buah ini bisa menjadi cara mengatasi peradangan tubuh. Mengonsumsi jus ceri dua kali sehari selama tiga minggu bisa mengurangi gejala peradangan dengan signifikan.

Brokoli

Sulforafana, kandungan dalam sayuran brokoli ini telah terbukti mencegah nyeri sendi dengan cara yang sama seperti obat arthritis COX-2 (namun tanpa efek samping yang berbahaya). Brokoli juga mengandung asam salisilat, yang menghambat produksi hormon prostaglandin dan dengan demikian bisa mengurangi nyeri sendi dan pembengkakan.

Nanas

Nanas mengandung Bromelain yang telah menunjukkan sifat terapeutik in vitro dan in vivo seperti mengurangi peradangan. Bromelain dalam buah ini mampu secara signifikan mengurangi limfosit T CD4, efektor utama peradangan.

Bayam

Flavonoid dan karotenoid yang ditemukan pada bayam berkaitan dengan pengurangan peradangan, terutama di saluran pencernaan. Neoxanthin dan violaxanthin adalah dua epoxyxanthophylls anti-inflamasi yang juga ditemukan pada bayam, meski tidak dalam jumlah banyak, tetap berkontribusinya dapat mengurangi peradangan pada tubuh.

Alpukat

Bagian terpenting pada buah alpukat disebut dengan persenone A yang dapat menekan efek dari diinduksi nitrat oksida sintas (iNOS) dan siklooksigenase (COX-2), dua bahan kimia yang menyebabkan peradangan di tubuh. Dari itulah mengapa persenone A dalam alpukat memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit terkait peradangan termasuk kanker.

Bawang  merah dan Bawang Putih

Bawang merah dan bawang putih mengandung senyawa serupa yang berkontribusi terhadap efek anti-inflamasi. Senyawa ini, seperti vitamin C dan quercetin, menghambat enzim yang menghasilkan prostaglandin inflamasi dan tromboksan. Kedua bahan makanan ini sangat bagus untuk musim dingin dan ketika tubuh alami flu, karena dapat membantu melawan virus dan membersihkan sinus.

Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian mengandung lemak tak jenuh dan nutrisi lainnya yang bisa mengurangi peradangan. Penderita peradangan yang mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian 1-4 kali perminggu membuat tingkat inflamasi menurun, hal ini dapat menjadi bahan makanan yang bisa mengurangi peradangan dan risiko penyakit kardiovaskular dan risiko diabetes.

Buah buni atau Ragam Buah Berry

Buah buni memiliki kandungan anioksidan yang sangat tinggi, seperti anthocyanin yang memberikan perlindungan anti-inflamasi terhadap penyakit seperti kanker, artritis, dan demensia. Dan cara terbaik untuk mengonsumsi buah buni adalah dengan memiliki buah buni organik.

Semoga bisa menjadi pencerahan untuk kamu yang ingin mecegah peradangan atau yang sedang mengalami peradangan. Adapun makanan yang MENYEBABKAN peradangan: Margarin, Gula, Makanan Cepat Saji, Gluten, Daging, Telur dan Susu.

Semua makanan yang memiliki kadar pH sangat asam seringkali yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Makanan ini memicu respons invasif di tubuh, dan tubuh secara alami melepaskan zat kimia yang bertujuan menyerang partikel makanan ini dan menyebabkan tubuh terangsang. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan kondisi kesehatan menurun dan bahkan sebabkan penyakit jika terus dikonsumsi setiap hari.

Sumber: livelovefruit.com

Sumber gambar: Couleur @ pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *